Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 24 April 2013

Mengatasi Gigi Sensitif dengan Tidak Menyikat Gigi

3 dari 4 orang diperkirakan mengalami gigi sensitive. Gigi sensitif disebabkan oleh sejumlah faktor seperti terlalu agresif ketika menyikat gigi, gigi retak dan penyakit gusi. Gejala muncul ketika hilangnya lapisan luar gigi, enamel, dan dentin, lapisan lembut didalamnya. Saraf di dalam gigi mudah terkena rangsang. Penjelasan ini disampaikan oleh American Dental Association.
Gigi sensitif menyebabkan gigi peka dengan sensasi panas, dingin, minuman atau makanan manis dan asam. Meskipun kasusnya banyak terjadi, namun belum ada obat untuk masalah gigi ini. Sejauh ini, pasta gigi khusus gigi sensitif dan beberapa permen hisap tanpa gula banyak digunakan dapat meringankan gejalanya.
Namun para peneliti di University of Hong Kong dan Anhui Medical University di Cina melalui sebuah studi barunya yang dimuat dalam jurnal ACS Applied Materials and Interfaces, telah menemukan cara untuk menyembuhkan gigi sensitif dengan metode alami.
Para peneliti melakukan percobaan yang bertujuan membangun kembali baik enamel dan dentin pada waktu yang sama. Untuk mencapai tujuan ini, mereka menggunakan sejenis perekat yang digunakan oleh kerang saat menempel pada benda. Mereka berteori bahwa perekat ini dapat mengikat mineral dengan dentin cukup lama sehingga memungkinkan proses pembentukan dentin akan terjadi secara terus menerus.
Percobaan dilakukan dengan melumuri enamel dan dentin gigi partisipan dengan perekat dan mineral. Mineral digunakan karena gigi biasanya rusak karena paparan mineral. Kemudian mereka menemukan bahwa ketika gigi terpapar oleh kedua substansi tersebut, gigi pun membentuk kembali lapisan enamel dan dentin. Ketika hanya terpapar mineral, makanya hanya dentin saja yang terbentuk.
“Bisa jadi temuan kami ini merupakan teknik sederhana untuk menginduksi remineralisasi enamel dan dentin secara bersamaan yang dapat digunakan secara universal, selain juga dapat menjadi langkah inovatif dalam memerangi gigi sensitif,” ungkap para peneliti menyimpulkan.
Tulisan di atas adalah cuplikan dari link http://health.kompas.com/read/2013/01/03/11444768/Ditemukan.Cara.Baru.Memerangi.Gigi.Sensitif?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp.
Saya adalah salah satu penderita gigi sensitif. Karena tidak tahan menderita ngilu akhirnya 6 gigi saya harus dicabut karena mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. Niatnya sih mau pasang gigi palsu secepatnya. Tapi niat tinggal niat dan sampai hari ini gigi saya masih ompong kiri kanan depan belakang. Melompong .
Ketika gigi geraham bawah tinggal dua dan kumat sensitifnya,rasanya tidak rela jika harus dicabut lagi. Saya penasaran tentang apa dan mengapa bisa terjadi serangan gigi sensitif. Teman-teman di kantor juga mengeluhkan kasus yang sama tentang gigi sensitif. Perawatan dari dokter gigi bolak balik tidak menyelesaikan masalah.
Setelah melakukan uji coba ala saya, yaitu berpikir dengan menggunakan sudut pandang tidak biasa, keluar dari jalur, atau out of the box. Maka dapat saya sampaikan hipotesis alternatif tentang pengobatan gigi sensitif.
Saya dari kecil rajin sikat gigi. Habis makan, mau tidur dan seterusnya. Setelah dewasa gigi saya mulai sensitif. Jadilah saya tidak bisa makan mangga muda kesukaan saya, kalau maksa makan mangga muda berhari-hari rasa ngilunya ngga ilang-ilang. Ketika saya tanyakan teman dengan keluhan gigi yang sama, ternyata jawabannya sama. Mereka rajin sikat gigi.
Sebagai lawannya untuk menambah pengetahuan saya Tanya ke teman-teman yang tidak mengalami gigi sensitive. Jawaban mereka sederhana, malas sikat gigi, sebagai gantinya mereka kumur-kumur atau minum air putih sebelum tidur. Gigi mereka lebih kuat. Asyeeem. Ga adil banget.
Dengan bekal pesan singkat dokter puskesmas agar hati-hati menyikat gigi, saya dianjurkan arah gerakan sikat ke atas, sehingga perekat gigi dan gusi bisa lebih kuat lagi. Mengembalikan kaitan gusi dan gigi.
Di kaca saya perhatikan, yup, benar. Gigi saya mengelupas bagian kaitan antara gusi dan gigi. Kalau pas ngilu disenggol goyang-goyang giginya. Padahal gigi saya tidak berlubang.
Trus semakin parah kalau saya sikat gigi, padahal saya sudah pakai bulu yang soft, dan pelan-pelan.
Saya membayangkan pada suatu masa, belum ada sikat gigi, bagaimana mereka memelihara gigi mereka. Tanpa sikat gigi, tanpa pasta gigi. Tapi gigi bisa tetap utuh dan yang penting tidak kotor dan bau. Pada jaman dulu orang menggosok gigi dengan bata yang dihaluskan atau dengan pasir saat mandi di kali. Kebetulan saya masih menjadi saksi atas kedua peristiwa ini. Jadi inget saat dulu rame-rame mandi ceblang ceblung di kali bening, terjun bareng sama sapi. Pakai basahan ya. Hahahahaa.
Kemudian berdasarkan referensi juga bahwa jaman Nabi Muhhamad menggunakan siwak untuk membersihkan gigi. Sayang sampai sekarang saya belum mencobanya karena belum dapat contoh aslinya. Perasaan saya mengatakan bahwa ini adalah jalan keluar yang paling tepat.
Penyebab gigi sentitif berikutnya hilangnya lapisan luar gigi, enamel, dan dentin, lapisan lembut didalamnya.
Akhirnya saya sampai pada sebuah kesimpulan sementara. Penyebab gigi sensitif adalah seringnya menyikat gigi dengan pasta gigi. Semakin keras menyikat dan semakin banyak pasta gigi yang digunakan semakin buruk efek sampingnya. Gigi bersih, dalam jangka panjang membuat gangguan pada gigi.
Masih kasus seputar bisnis industri kesehatan. Sikat gigi, pasta gigi, dan segala hal yang terkait di dalamnya. herannya kenapa dokter tidak ada yang  menyampaikan hal ini. Bisa rugi itu pabrik sikat dan pasta gigi, ganti dagang siwak.  Pembelokan persepsi untuk menimbulkan persepsi baru adalah hal mujarab, ajaib dan efektif untuk pabrik dan industri kesehatan. pengalaman saya dalam melakukan hipotesis alternatif kesehatan akhirnya berujung pada kesimpulan bisnis kesehatan.
Tips saya kemaren saat mengatasi keluhan ini adalah selamat tinggal sikat gigi selama seminggu. Untuk menjaga kebersihan gigi saya membersihkan dengan kain basah di kamar mandi. Saya memakai wash lap. Selanjutnya untuk menjaga mulut tidak bau, saya menjaga makanan dengan sayuran dan buah-buahan. Awalnya geli. Tapi hasilnya hari ini gigi saya tidak ngilu lagi. Saya sehari cukup sekali sikat gigi, kumur-kumur dan banyak minum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

spiderman

Blogger news

animasi  bergerak gif
Sumber : http://www.blogzeng.com/2013/02/membuat-widget-animasi-spongebob.html#ixzz2PSsTVG6Q

kelelawar

About